Diposkan pada Review Film

(Review) ABRACADABRA 2020 : Film Fantasi Indonesia yang Penuh Warna

49a88431-fba7-4a0a-8e84-ef5defe571b4 (1)

Abracadabra, film yang tayang 9 Januari 2020 yang lalu ini bertemakan fantasi dan petualangan. Film yang disutradarai oleh Faozan Rizal dan diproduseri oleh Ifa Isfansyah ini berada dibawah naungan rumah produksi Fourcolours Film.

Berkisah tentang kehidupan Lukman (Reza Rahadian), si pesulap muda yang memutuskan untuk pensiun dini. Namun, dipertunjukan terakhirnya terjadi sebuah peristiwa yang misterius. Seorang anak kecil yang menjadi volunteer untuk masuk kedalam kotaknya mendadak menghilang didalam kotak. Lukman berusaha menemukan sang anak kecil, tapi tak berhasil. Hingga suatu ketika, seorang perempuan muda tiba-tiba saja muncul dari dalam kotak kayu itu. Lukman pun akhirnya memutuskan untuk mencari dan memecakan misteri dibalik kotak kayu peninggalan ayahnya.

Sebuah cerita yang ringan untuk diikuti

Film yang berdurasi 1 jam lebih ini terasa ringan untuk diikuti. Kamu hanya perlu mengikuti tiap alurnya dengan seksama. Ceritanya tidak berbelit, meskipun banyak meninggalkan lubang hitam di tiap scenenya. Menimbulkan pertanyaan yang tak terjawab dari tiap adegan yang ada. Terlalu ringan dan ringkas untuk sebuah cerita fantasi.

Cerita hanya berputar pada sosok Lukman dan kepala polisi yang sibuk mengejar Lukman yang dituduh melakukan penculikan atas hilangnya orang-orang dalam kotak milik nya. Petualangan Lukman untuk mencari kebenaran kotak misterius itu cukup asik untuk diikuti. Ditambah lagi dengan teka-teki yang harus ia pecahkan.

Menurut saya sendiri, film ini mengangkat pekerjaan pesulap yang seringkali dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Tak jarang pesulap dicap sebagai penipu karena trik-trik yang mereka lakukan. Nyatanya, film ini ingin menunjukan bahwa sulap adalah sebuah seni dan magis tersendiri bagi orang yang melakukan dan menyaksikannya.

Visual sinematografi yang memanjakan mata

54e7cd88-11fe-4476-afb5-dcdf7c1ed20f
instagram.com/abracadabrafilm

Tone warna yang cerah seperti menjadi ciri khas dalam film ini. Menurut saya sendiri, color grading dalam film benar-benar memuaskan. Ditambah lagi dekorasi dan latar tempat yang kelihatan estetik. Seluruh proses syuting dilakukan di Yogyakarta. Mulai dari gedung pertunjukan, hutan, air terjun, hingga pantai rahasia tempat tinggal Lukman dalam film. Semua tempat rata-rata adalah lokasi yang nyata. Mengambil latar tempat yang mungkin tidak banyak dikunjungi orang sebelumnya. Setelah menonton film ini, saya sendiri merasa tertarik untuk mengunjungi lokasi nyata dari film yang benar-benar ada di Yogyakarta.

Ditambah lagi dengan kostum tokoh ala-ala bangsawan yang mewah, tak membosankan mata. Sayangkan, kebanyakan latarnya terasa sepi, hanya dengan decor dan perabotan seadanya. Suasana disekitar tokoh yang hening, hanya ada pembicaraan beberapa kalimat yang kadang terasa gantung.

Bertabur Tokoh yang Terkesan Hanya Jadi ‘Pelengkap’

e7379df2-348f-4f8f-9648-eeaf0d963b90
instagram.com/abracadabrafilm

Meskipun banyak tokoh yang terlibat, sepertinya mereka tak diberikan banyak tempat dalam film ini. Mereka hanya wara wiri tanpa benar-benar memiliki pengaruh di film ini, selain Lukman itu sendiri. Bahkan, kehadiran Lukman pun masih menyimpan misteri tersendiri. 

Bahkan, kepala polisi (Butet Kertaradjasa) yang terus mengejar Lukman tanpa alasan yang kuat. Entah ingin mengambil kotak  misterius atau menangkap Lukman dengan kasus penculikan. Belum lagi dengan para pesulap lain yang sekadar muncul menjadi pelengkap. 

Para tokoh bermain dengan peran masing-masing tanpa dieksplor secara mendalam dalam film ini. Penonton dibiarkan berimajinasi sendiri. Setidaknya, tiap karakter tidaklah membuat penonton bosan. 

Penontonlah yang menyimpulkan akhir cerita

Mungkin setelah kamu selesai menonton film ini akan dibuat pusing, bingung dan bertanya-tanya tentang akhir film ini. Terlihat menggantung dengan masih banyak pertanyaan yang belom terjawab. Lagi-lagi, penontonlah yang akan menyimpulkan ending seperti yang mereka inginkan. 

Secara keseluruhan, film ini menyenangkan dan cocok ditonton sendiri ataupun bersama keluarga, sahabat, atau kekasih. 

 

Penulis:

Seorang penulis amatiran yang menuangkan perasaannya dalam bentuk kata-kata yang sengaja dibuat untuk kamu sang penikmat tulisan.