Diposkan pada Movie

(Review) Stargirl : Masa Remaja dan Pencarian Jati Diri yang Menyenangkan

Why be ordinary, when you can be extraordinary?

scale

Diatas adalah tagline yang saya lihat dari trailer Stargirl sebelum akhirnya saya memutuskan menonton filmnya. Diadaptasi dari novel berjudul sama karya Jerry Spenelli yang terbit pada tahun 2000. Pengambilan latar film pun tentunya menyesuasikan dengan yang sekarang. Perkembangan media sosial, pakaian, dan cerita yang terasa lebih modern.

Stargirl disutradarai oleh Julia Hart, seorang penulis naskah sekaligus sutradara film kelahiran Amerika. Stargirl menjadi film pertamanya yang saya tonton. Di situs Rotten Tomatoes, Stargirl mendapat rating 69% dan 75% pengguna google menyukai film ini (saya cukup senang google menampilkan rating sebuah film, entah saya yang baru menyadarinya belakangan ini atau sudah lama?).

Berhubung saya belum membaca novelnya, saya hanya akan mereview sebatas filmnya saja.

Sinopsis

StargirlPoster

Lanjutkan membaca “(Review) Stargirl : Masa Remaja dan Pencarian Jati Diri yang Menyenangkan”

Diposkan pada Movie

(Review) Maska (2020) : Impian, Passion dan Takdir

Tidak semua mimpi harus terwujud.


Saya secara tak sengaja menemukan film ini. Setelah membaca sinopsisnya, sayapun semakin penasaran dan mulai mencari trailernya di youtube. Sepertinya bagus juga. Namun, butuh waktu beberapa hari buat saya menonton film fullnya.

Akhirnya, saya pun rela begadang demi menonton Maska yang ternyata tidak terlalu mengecewakan! Saya juga merekomendasikan film ini untuk ditonton setidaknya satu kali seumur hidup.

Sinopsis

0_J_t7xuRAy_9mPFlx
Sumber : Medium

Judul          : Maska

Sutradara  : Neeraj Udhwani

Penulis       : Ishita Moitra (dialogue), Neeraj Udhwani

Durasi        : 1 Jam 51 Menit

Diana Irani (Manisha Koirala) seorang wanita parsi keras kepala yang memiliki penyakit artritis, tapi tetap menjalankan cafe Parsi warisan keluarganya bernama Rustom. Ia memiliki seorang anak bernama Rumi (Prit Kamani) yang memiliki cita-cita menjadi aktor Bollywood yang terkenal. Diana ingin putranya itu menjalankan cafe yang merupakan warisan keluarga. 

Rumi memilih masuk akademi akting untuk mengejar impiannya. Disana ia bertemu dengan Mallika Chopra (Nikita Dutta). Seorang janda yang melarikan diri dari keluarga, kemudian berlatih akting untuk menjadi terkenal. Kemudian, mereka berdua menjalin hubungan.

Ada juga Persis Mistry (Shirley Setia) yang merupakan teman Rumi. bermaksud baik Sehari-hari ia menulis blog yang berisi cerita-cerita orang yang tinggal di Mumbai. Persis meyakini bahwa cerita lebih penting daripada hal lain di dalam hidup. 


Lanjutkan membaca “(Review) Maska (2020) : Impian, Passion dan Takdir”

Diposkan pada Movie

Brata, Serial Kriminal Asli Indonesia yang Harus Kamu Tonton!

Criminal Minds, CSI, dan NCIS termasuk drama kriminal yang cukup terkenal dengan banyak season dengan banyak penggemar pula-dan tentunya jadimenjadi favorit saya. Saya pun sangat telat mengetahui serial-serial itu sehingga kadang membuat saya malas untuk menonton ulang dari season 1 yang udah sangat lama tayang. Ternyata, drama kriminal Korea juga punya banyak drama seperti itu. Dengan episode dan season yang lebih sedikit, membuat saya lebih memilih untuk nonton drama Korea tentang kriminal. Mulai dari Voice 1 sampai 3, Tunnel, dan Signal yang merupakan drama yang masuk di jajaran tertinggi di genre kriminal.

Saya kadang berharap bahwa perfilman Indonesia juga mampu membuat serial serupa. Bukan hanya sinteron kehidupan percintaan atau adab yang kejar tayang. Sayangnya, beberapa tahun belakang cukup banyak series yang bisa dibilang bermutu hanya tayang di platfrom streaming online saja. Salah satunya adalah layanan streaming Hooq. Ditahun 2018, Hooq dan Telkomsel Maxstream bekerja sama membuat serial original bertajuk pembunuhan dan kriminal di Indonesia. Melalui serial Brata, kita diperlihatkan sisi lain dunia kepolisian.

Brata

Judul : Brata

Sutradara : Kuntz Agus, Micheal Pohorly, dan Aldo Swastia

Penulis Naskah : ES Ito

Jumlah Episode : 6 Epidose

Dapat ditonton di : Telkomsel Maxstream dan Youtube Channel “Sinema Dua satu”

Sinopsis Season 1 

Brata, seorang polisi jujur yang kadang bersikap kasar dan tak segan-segan menghajar penjahat yang melawan dirinya. Seringkali dirinya mendapat teguran dari sang atasan atas emosinya yang sulit dikontrol dan meluap-luap.

Suatu ketika, ditemukan potongan-potongan tubuh mayat di sebuah gedung tua. Si pelaku meninggalkan sebuah kode berupa boneka Cepot. Tokoh wayang ini sendiri punya makna seseorang yang lugu tapi sebenarnya cerdas. Cepot, menggambarkan si pelaku itu sendiri. Brata dan timnya yang mengurus kasus tersebut mengira akan selesai dengan mudah, nyatanya tidak.

Pemain

brata-spotlight-ok-427x605

Oka Antara sebagai Brata

Brata adalah salah satu orang dengan masa lalu yang cukup kelam dan selalu ia tutupi dari siapapun. Walaupun Brata punya sifat yang kasar, dia adalah ketua tim yang sangat peduli dengan anggotanya.

IMG-20181006-WA0011

Laura Basuki sebagai Vera

Vera adalah seorang dokter forensik. Dirinya memiliki anak bernama Miko yang hak asuhnya dimiliki oleh ayah Miko. Vera memiliki karakter yang mandiri dan pendiam.

93189893_603151903609126_8884591990056512921_n

Rendy Kjaernett sebagai Putut

Putut adalah anggota baru di tim Brata. Kehadirannya cukup menghibur dengan tingkahnya yang kadang juga membuat kesal sendiri.

MV5BZmVkMWNkY2QtNTY1OC00OTE0LTliZjktODFlNGNkZjBlNDkyXkEyXkFqcGdeQXVyNDc3ODQ0NzE@._V1_SY1000_CR0,0,562,1000_AL_

Eduward Manalu sebagai Setiawan

Setiawan adalah atasan Brata yang sangat peduli pada Brata.

MV5BMTRlOWRhMGUtNzhiYS00NzdmLWE4OTMtYTIyODVlZDkyOTM1XkEyXkFqcGdeQXVyNDc3ODQ0NzE@._V1_

Haydar Salishz sebagai Roni

Roni adalah rekan kerja Brata. Dirinya lebih senang bertindak sebagaimana polisi bertindak dan mengikuti peraturan. Dirinya tak terlalu suka dengan tindakan Brata yang brutal. Namun, pada akhirnya dia mengerti dan menjadi orang terdekat Brata.

images

Yayu A.W. Unru sebagai Arifin

Arifin adalah ayah Vera sekaligus seorang politisi yang sedang mencalonkan diri menjadi Walikota. Apa saja ia lakukan demi mencapai tujuannya. Salah satunya adalah dengan menutup rahasianya rapat-rapat.

IMG-20181006-WA0008

Bisma Karisma sebagai Teja

Teja seorang office boy yang seringkali membantu Brata dan Vera dalam menyelidiki kasus. Namun, dibalik itu semua dirinya menyimpan rahasia yang tak terduga. Dibalik karakternya yang lugu, ia menyembunyikan karakter aslinya.

5ba8b3be1c6776310_3

Ivanka Suwandi sebagai Mara

Mara adalah cenayang yang terkadang membantu Brata melihat masa lalu dari benda yang ia sentuh. Mara juga kerap memberikan nasehat kepada Brata. Mara juga tinggal bersam Teja dan membantunya.

Review

Pada season pertama ini, diceritakan adanya temuan potongan tubuh mayat di sebuah gedung tua. Ternyata, setelah diteliti oleh dokter Vera diketahui bahwa itu bukan potongan tubuh satu orang, melainkan dua orang. Dengan adanya kode dan teka-teki itu, Brata dan timnya mulai mencari tahu lebih dalam. Sepertinya bukan hanya mereka saja yang berusaha memecahkan puzzle tersebut. Penonton pun serasa diikutsertakan dalam kasus tersebut. Menebak siapa pembunuh sebenarnya dan alasan dibalik itu semua.

Oka Antara sangat cocok memerankan karakter Brata dan terasa pas. Bahkan dari serial ini, Oka Antara berhasil mendapatkan penghargaan Pemeran Utama Pria terbaik dalam Asian Academy Creative Awards (AACA) 2019. Yang menarik dari karakter Brata selain sikapnya adalah ia memiliki kemampuan melihat masa lalu dari benda yang ia sentuh. Dengan bantuan seorang cenayang, ia pun berusaha menyelidiki penyebab kematian para korban melalui benda-benda milik mereka. Dengan kemampuan ini, satu persatu jalan pun mulai terbuka.

Selain itu, ada Laura Basuki yang berperan sebagai Vera yang merupakan dokter forensik. Diceritakan kalau Brata itu diam-diam naksir Vera. Banyak lika-liku yang harus dihadapi oleh Brata dan Vera.

Terlibatnya Bisma Karisma sebagai Teja yang merupakan office boy di kantor polisi tempat Brata bekerja juga menarik. Bisma yang dulunya seorang anggota boyband, meski sudah beberapa kali bermain peran, mampu menjadi sosok Teja yang cukup misterius dan aneh.

Banyak tokoh-tokoh yang kita kira adalah pembunuhnya, ternyata salah. Tokoh tak terduga jadi kejutan di serial ini.  Meski hanya 6 episode, tapi menurut saya pemecahan kasus tidak terlalu buru-buru. Setiap episode, kasus dipecahkan satu persatu. Hanya saja, pada episode terakhir terasa “Gini akhirnya? Seriously?!” Memang akhir ceritanya tak terduga dan cukup mengesalkan.

Dari segi scoring saya suka. Terutama theme song yang menjadi opening. Pengambilan gambar yang cinematic benar-benar memanjakan mata. Membuat kita tetap tertarik untuk mengikuti kisah Brata hingga akhir episode. Tone yang terasa kelam dan suram juga menjadi kesan tersendiri. Jangan lupakan darah yang juga terasa real, cukup memuaskan karena tidak disensor menimbulkan kesan nyata.

Season 1 dimulai dengan apik meski dengan akhir yang terasa tak adil. Kamu akan diajak untuk mengenal dunia kepolisian yang jarang diketahui masyarakat biasa seperti kita. Menyaksikan bagaimana polisi-polisi itu bekerja dalam memecahkan kasus. Bagaimana dendam bisa mengubah dan merusakan seseorang. Kejam dan gelapnya dunia perpolitikan yang ada. Semuanya akan saling berkaitan.

Kamu masih bisa melihat kelanjutan kisah brata di season dua. Selamat menyaksikan dan nikmati ketegangannya!